BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang
Komunikasi pemasaran ( marketing
communication)
adalah sarana di mana
perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan
konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek
yang
dijual. Komunikasi pemasaran mempresentasikan "suara" perusahaan
dan mereknya serta merupakan sarana dimana perusahaan dapat membuat
dialog dan
membangun hubungan dengan konsumen.
Komunikasi pemasaran bagi konsumen,
dapat memberitahu atau
memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa
suatu
produk digunakan, oleh orang macam apa,
serta di mana dan kapan. Komunikasi pemasaran berkontribusi pada ekuitas
merek dengan
menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra
merek serta mendorong penjualan
dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham.
Komunikasi
dengan perantara pemasaran dapat melalui promosi . Promosi dalam
komunikasi
pemasaran meliputi penggunaan saluran komunikasi. Sarana Bauran promosi
melalui
periklanan , promosi penjualan, pemasaran langsung, hubungan mastarakat,
penjualan
personal sehinggan menghasilkan pesan merek dan perusahaan yang
konsisten jelas
dan meyakinkan.
BAB II
PERMASALAHAN
1.Apa
yang di maksud dengan perantara?
2.Mengapa
di dalam komunikasi pemasaran di perlukan perantara?
3.
Kesenjangan apa saja yang terdapat di dalam perantara?
4..Tindakan
apa saja yang dapat di lakukan pemasar jika terdapat masalah?
5.Fungsi
saluran apa saja di dalam saluran pemasaran?
6.Apa
saja sistem pemasaran di dalam organisasi saluran distribusi
BAB III
PEMBAHASAN
1.Pengertian perantara dan
peranan perantara
dalam pemasaran ?
Saluran
distribusi atau sering di sebut dengan saluran pemasaran yaitu suatu
perangkat
organisasi yang saling tergantung dalam menyediakan suatu produk atau
jasa
untuk `digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis. Perantara
adalah orang atau perusahaan yang menghubungkan aliran barang dari
produsen ke
konsumen akhir dan konsumen industrial .Secara
umum perantara di bagi atas merchant middleman dan agen middleman.Dua
bentuk
utama dari merchant middlemanadalah wholesalerdisebut juga dengan
distributor
atau jobber.dan retailer atau dealer merchant middlemanadalah perantara
yang
memiliki barang dengan membeli dari produsen untuk kemudian di jual
kembali.
Sedangkan yang dimaksud dengan agent middleman (broker adalah perantara
yang
hanya mencari pembeli ,menegosiasikan
dan melakukan transaksi atas nama produsen .
2.Mengapa di
dalam komunikasi pemasaran diperlukan
perantara?
Komunikasi pemasaran adalah cara untuk
mengkomunikasikan produk kepada konsumen dengan penggunaan unsur-unsur
promosi
untuk mencapai tujuan perusahaan.
Hubungan
antara pemasaran dengan komunikasi merupakan hubungan yang erat.
Komunikasi
merupakan proses pengoperan lambang-lambang yang diartikan sama antara individu
kepada individu, individu
kepada kelompok, kelompok kepada kelompok dan kelompok kepada massa.
Komunikasi
dalam pemasaran bersifat kompleks. Bentuk komunikasi yang lebih rumit
mendorong
penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dilakukan melalui
sejumlah
strategi komunikasi yang canggih, setelah melewati perencanaan yang
matang .
Oleh karena itu di dalam komunikasi
memerlukan
perantara karena dalam upaya memasarkan produk,
perusahaan perlu menjalin komunikasi yang baik dengan konsumen dan
perantara
melalui komunikasi pemasaran. Seorang pemasar suatu produk harus
memahami
bagaimana komunikasi itu berlangsung. Secara umum, suatu model
komunikasi
pemasaran akan menjawab beberapa hal yang meliputi siapa pengirimnya,
apa yang
akan dikatakan (dikirimkan), saluran komunikasi atau media apa yang akan
digunakan, ditujukan untuk siapa dan apa akibat yang akan
ditimbulkannya. Dalam
proses komunikasi, kewajiban seorang pengirim (komunikator) adalah
berusaha
agar pesanpesannya dapat diterima oleh penerima sesuai dengan kehendak
pengirim. Model proses komunikasi dapat memberi gambaran kepada pemasar
bagaimana mempengaruhi atau mengubah sikap konsumen melalui disain,
implementasi dan komunikasi yang bersifat persuasif.
3.Kesenjangan apa saja yang ada
di dalam
perantara?
Kesenjangan
(gap)di dalam perantara yaitu:
Perantara
dibutuhkan terutama karena adanya beberapa kesenjangan di antara
produsen dan
konsumen.
Kesenjangan (gap)
tersebut adalah (lihat Gambar 8.1) :
- Geographical gap, yaitu gap yang disebabkan oleh tempat pemusatan produksi dan lokasi konsumen yang tersebar di mana-mana.
- Time gap, yaitu kesenjangan yang terjadi karena adanya kenyataan bahwa pembelian atau konsumsi dilakukan hanya pada waktu-waktu tertentu sementara produksi (agar efisien) berlangsung terus-menerus sepanjang waktu.
- Quantity gap, yaitu gap yang terjadi karena jumlah barang yang dapat diproduksi secara ekonomis oleh produsen berbeda dengan kuantitas normal yang diinginkan konsumen.
- Assortment gap, yaitu situasi dimana produsen umumnya berspesialisasi pada produk tertentu, sedangkan konsumen menginginkan produk yang beraneka ragam.
4. Tindakan apa saja yang dapat
di lakukan
pemasar jika terdapat masalah?
Untuk mengatasi
masalah-masalah ini pemasar memerlukan perantara untuk melakukan
penyesuaian-penyesuaian. Tindakan penyesuaian itu meliputi 4 tugas pokok
yaitu:
accumulating, bulk-breaking, sorting, dan assorting.
- Accumulating adalah aktivitas mengumpulkan barang dari berbagai produsen.
- Bulk-breaking merupakan aktivitas membagi produk berbagai produsen itu masing-masing ke dalam kuantitas yang lebih kecil, sesuai dengan yang dibutuhkan atau diminta konsumen.
- Sorting adalah aktivitas membagi atau mengelompokkan masingmasing kuantitas yang lebih kecil itu ke dalam lini-lini produk yang homogen dengan spesifikasi dan tingkat-tingkat kualitas tertentu.
- Assorting adalah menjual berbagai macam lini produk itu secara bersama-sama. Bauran lini produk ini tergantung pada besar kecilnya bisnis yang dimiliki perantara. Semakin besar bisnis perantara maka semakin banyak pula jumlah lini produk, jumlah variasi produk atau merek pada masing-masing lini produk, dan pengelompokan lini produk berdasarkan kegunaannya.
Adapun tujuan dari
penggunaan perantara adalah memanfaatkan tingkat kontak atau hubungan,
pengalaman, spesialisasi, dan skala operasi mereka dalam menyebarluaskan
produk
sehingga dapat mencapai pasar sasaran secara efektif dan efisien.
Sementara itu yang
dimaksud
dengan saluran distribusi (marketing channel, trade channel,
distribution
channel) adalah rute atau rangkaian perantara, baik yang dikelola
pemasar
maupun yang independen, dalam menyampaikan barang dari produsen ke
konsumen.
Jumlah perantara yang terlibat dalam suatu saluran distribusi sangat
bervariasi. Kotler, et al., membuat tingkatan-tingkatan dalam saluran
distribusi berdasarkan jumlah perantara di dalamnya. Zero-level
channel menunjukkan
bahwa pemasar tidak menggunakan perantara dalam memasarkan produknya
(disebut
juga direct-marketing channel). One-level channel menunjukkan
pemasar
menggunakan satu tipe perantara, sedangkan two-level channel berarti
memakai
dua tipe perantara, dan seterusnya. Variasi saluran distribusi untuk
produk konsumen, produk industrial, dan jasa dapat dilihat pada Gambar
8.2.
1. Produk Konsumen
Keterangan:
Jenjang (0)
Dipergunakan
terutama untuk peralatan rumah tangga, kosmetika, minuman kesehatan
makanan
bernutrisi.
Jenjang (1) Umumnya
dipergunakan untuk produk-produk pakaian, mebel, peralatan rumah tangga.
Jenjang (2) dan (3)
banyak
dipergunakan untuk barang barang kebutuhan sehari-hari, alat tulis,
obat-obatan.
2. Produk Industrial
Keterangan:
Jenjang (0) Terutama
dipakai untuk produk industrial berupa peralatan dan mesin utama, dan
pesanan
dalam jumlah besar.
Jenjang (1) dan (2)
dipergunakan untuk produk industrial berupa Supplies, sebagian
kecil
peralatan, dan pesanan dalam jumlah kecil atau pesanan yang sering
diminta.
3. Jasa
Keterangan :
Saluran distribusi
langsung
digunakan misalnya untuk jasa konsultasi manajemen, akuntansi
perpajakan.
Agen/broker dipakai
dalam
jasa asuransi, agen real estate dan agen travel.
Agen penjualan dan
pembeli
dipakai, misalnya broker saham dan kelompok afinitas (affinity
groups).
Penyampai jasa
kontrak/waralaba dipergunakan misalnya untuk jasa restoran siap santap (fast
food)
dan dry cleaning.Pada dasarnya ketika
memilih saluran distribusi, perusahaan harus mengikuti kriteria 3C,
yaitu channel
control, market coverage, dan cost. Hal-hal yang perlu
dipertimbangkan meliputi pertimbangan pasar, produk, perantara, dan
perusahaan.
Pertimbangan
Pasar
1. Jenis Pasar
Misalnya
untuk mencapai
pasar industri perusahaan tidak akan memerlukan pengecer.
2. Jumlah Pelanggan
Potensial
Jika pelanggan
potensial
relatif sedikit, maka akan lebih baik bila perusahaan memakai tenaga
penjual
sendiri untuk menjual secara langsung kepada pembeli individual dan
pembeli
industrial. Sebaliknya perusahaan lebih baik menggunakan perantara jika
pelanggan potensial relatif banyak.
3. Konsentrasi
Geografis
Pasar
Pemasar cenderung
mendirikan cabang-cabang penjualan di pasar yang berpenduduk padat dan
menggunakan perantara untuk pasar yang berpenduduk jarang.
4. Jumlah dan Ukuran
Pesanan
Sebuah
perusahaan
manufaktur akan menjual secara langsung pada jaringan grosir yang besar,
karena
jumlah pesanan yang besar menyebabkan bentuk pemasaran langsung ini
lebih layak
(feasible). Sedangkan untuk toko grosir kecil yang pesanannya
relatif
kecil, perusahaan akan menggunakan pedagang grosir (wholesaler) untuk
melakukan
penjualan langsung.
Pertimbangan
Produk
1. Nilai Unit (Unit
Value)
Semakin rendah
nilai unit
maka saluran distribusinya semakin panjang. Namun jika produk yang nilai
unitnya rendah itu dijual dalam kuantitas besar atau dikombinasikan
dengan
barang-barang lain sehingga jumlah pesanan total menjadi besar, maka
saluran
distribusi yang pendek secara ekonomis lebih feasible. Sementara
itu
produk yang nilai unitnya tinggi kerap kali dijual melalui armada
penjual
perusahaan.
2.
Perishability
Untuk
produk-produk yang
fisiknya mudah rusak dan tidak tahan lama lebih baik disalurkan melalui
saluran
distribusi yang pendek.
3. Sifat Teknis
Produk
Produk-produk
industri yang
bersifat sangat teknis seringkali harus didistribusikan secara langsung
karena
armada penjual produsen akan lebih dapat memberikan pelayanan yang
diperlukan
(baik sebelum maupun sesudah pembelian) dan lebih menguasai segala aspek
yang
berkaitan dengan barang tersebut. Sebaliknya produk konsumen yang
bersifat
teknis sering kali menyulitkan produsen. Menjual langsung ke konsumen
akhir
tidaklah mungkin, karena jumlah konsumennya begitu besar. Sedangkan bila
dijual
secara langsung ke retailer juga seringkali menimbulkan masalah-masalah
berkenaan dengan pemberian pelayanan pada produk tersebut.
Pertimbangan
tentang Perantara
1. Jasa yang
diberikan
perantara.
Produsen hendaknya
memilih
perantara yang memberi jasa pemasaran yang tidak bisa dilakukan
perusahaan
secara teknis maupun ekonomis.
2. Keberadaan
perantara
yang diinginkan.
Kesulitan yang
dihadapi
adalah bahwa seringkali perantara yang diinginkan produsen tersebut juga
menyalurkan produk-produk yang bersaing dan mereka tidak bersedia
menambah lini
produknya.
3. Sikap perantara
terhadap
kebijakan perusahaan.
Kadang-kadang pilihan
saluran distribusi produsen menjadi terbatas karena kebijakan
pemasarannya
tidak bisa diterima oleh perantara-perantara tertentu.
Pertimbangan
Perusahaan
1. Sumber-sumber
Finansial
Perusahaan yang kuat
keuangannya cenderung lebih tertarik untuk mengorganisasikan armada
penjualnya
sendiri sehingga mereka relatif kurang membutuhkan perantara.
2. Kemampuan
Manajemen
Pemilihan saluran
juga
dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan kemampuan pemasaran dan pihak
manajemen
perusahaan. Kurangnya pengalaman dan kemampuan pemasaran akan
menyebabkan
perusahaan lebih suka memanfaatkan perantara untuk mendistribusikan
barangnya.
3. Tingkat
Pengendalian
yang Diinginkan
Apabila dapat
mengendalikan
saluran distribusi, maka perusahaan dapat melakukan promosi yang agresif
dan
dapat mengawasi kondisi persediaan barang dan harga eceran produknya.
Untuk
tujuan-tujuan ini seringkali produsen memilih saluran distribusi yang
pendek,
walaupun biayanya tinggi.
4. Jasa yang
Diberikan
Penjual
Seringkali perusahaan
harus
memberikan jasa-jasa pemasaran karena permintaan dari perantara.
5. Lingkungan
Pada situasi
perekonomian
yang lesu, produsen cenderung menyalurkan barang ke pasar dengan cara
yang
paling ekonomis, yaitu menggunakan saluran distribusi yang pendek.
5. .Fungsi
saluran apa saja di dalam saluran pemasaran?
Dalam
menyalurkan barang
dari produsen ke konsumen, anggota-anggota saluran distribusi
menjalankan
sejumlah fungsi-fungsi utama dan terlibat dalam aliran kegiatan
pemasaran
sebagai berikut:
1. Informasi
Pengumpulan dan
penyebaran
informasi riset pemasaran tentang konsumen, pesaing, dan kekuatan atau
pelaku
pasar lain yang ada sekarang maupun yang potensial dalam lingkungan
pemasaran
.
.
2. Promosi
Pengembangan dan
penyebaran
komunikasi persuasif tentang penawaran untuk memikat pembeli.
3. Negosiasi
Usaha untuk mencapai
kesepakatan tentang harga atau masalah lainnya yang memungkinkan
timbulnya
perpindahan hak milik.
4. Pemesanan
Komunikasi mundur
untuk
menyampaikan informasi minat beli para anggota saluran distribusi.
5. Pembiayaan
(Pembelanjaan)
Usaha memperoleh dan
mengalokasikan dana untuk menutup biaya-biaya persediaan pada
tingkat-tingkat
saluran distribusi yang berbeda.
6. Pengambilan Risiko
Memperkirakan risiko
yang
berkailan dengan tugas-tugas mendistribusikan.
7. Kepemilikan Secara
Fisik
Mengatur urutan
penyimpanan
dan pemindahan produk fisik mulai dan bahan mentah hingga ke konsumen
akhir.
8. Pembayaran
Pembayaran
faktur-faktur
pembelian melalui bank.
9. Title
Memindahkan secara
aktual
hak milik dari satu pihak ke pihak lainnya.
6.Apa saja sistem pemasaran di dalam
organisasi saluran distribusi?
Sistem
dan Integrasi Saluran
- ) Sistem Pemasaran Vertikal
Sistem
pemasaran vertikal terdiri atas produsen, pedagang besar, dan pengecer
yang
bertindak sebagai sistem yang menyatu. Pemimpin saluran, memiliki
anggota
lainnya atau memberikan hak waralaba terhadap mereka atau memiliki
kekuatan
yang begitu besar sehingga mereka semua bekerjasama.
Sistem
Pemasaran vertikal muncul sebagai akibat dari upaya pemimpin saluran
mengendalikan perilaku saluran dan menghilangkan konflik karena tiap
anggota
berusaha memenuhi tujuan pribadinya. Sistem pemasaran vertikal meraih
penghematan
melalui ukuran, daya tawar, dan penghilangan layanan ganda.
Jenis-Jenis
sistem pemasaran vertikal :
- VMS Korporat, menggabungkan tahap produksi dan distribusi yang berurutan dibawah kepemilikan tunggal.
- VMS Terpimpin, mengkoordinasikan tahap produksi dan distribusi yang berurutan melalui ukuran dan kekuatan salah satu anggota.
- VMS Berdasarkan Kontrak, terdiri atas perusahaan independen pada berbagai tingkat produksi dan distribusi yang berbeda yang memadukan program mereka berdasarkan kontrak untuk memperoleh penghematan atau dampak penjualan yang lebih besar daripada yang dapat mereka capai sendiri.Terdiri dari 3 jenis:
- Jaringan sukarela
yang disponsori
pedagang besar.
Pedagang
besar mengorganisasikan jaringan sukarela pengecer independen
untuk membantu mereka bersaing dengan organisasi jaringan besar.
-
Koperasi pengecer
Pengecer
mengambil inisiatif dan mengorganisasikan entitas bisnis baru
untuk melaksanakan perdagangan besar dan suatu produksi.
-
Organisasi waralaba
Pemberi
waralaba menghubungkan beberapa tahap yang berurutan dalam proses
produksi-distribusi. Terdiri dari waralaba pengecer yang disponsori
produsen,
waralaba pedagang besar yang disponsori produsen dan waralaba pengecer
yang
disponsori perusahaan jasa.
- ) Sistem Pemasaran Horisontal
Dua atau
beberapa perusahaan yang tidak berhubungan menggabungkan sumber daya
atau
program untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang sedang berkembang
- ) Sistem Pemsaran Multi Saluran
Terjadi
apabila satu perusahaan menggunakan dua atau lebih saluran pemasaran
untuk
menjangkau satu atau beberapa segmen pelanggan.
Konflik,
Kerjasama, dan Persaingan
Jenis
Konflik
dan Persaingan:
1.
Konflik Saluran Vertikal.
Konflik
antara tingkat-tingkat yang berbeda dalam saluran yang sama.
2.
Konflik Saluran Horisontal
Konflik
antara anggota-anggota pada tingkat yang sama dalam saluran
tersebut.
3.
Konflik Multi Saluran
Terjadi
apabila produsen tersebut menciptakan dua atau lebih saluran yang
melakukan
penjualan ke pasar yang sama.
Penyebab
Konflik
Saluran
Penting
diidentifikasi penyebab konflik saluran karena ada yang mudah
diselesaikan dan
ada yang tidak. Penyebab konflik saluran adalah sebagai berikut :
1.
Ketidaksesuaian tujuan
2.
Peran dan hak yang tidak jelas
3.
Perbedaan persepsi
4.
Ketergantungan perantara tersebut pada
produsen
Ada
beberapa
mekanisme pengelolaan konflik yang efektif sebagai berikut :
1.
Penggunaan sasaran yang paling tepat
Anggota
saluran mencapai kesepakatan tentang tujuan mendasar yang dicari
bersama, apakah itu kelangsungan hidup, pangsa pasar, mutu yang tinggi,
atau
kepuasan pelanggan. Mereka biasanya melakukan hal ini apabila saluran
menghadapi ancaman dari luar seperti saluran pesaing yang lebih efisien,
peraturan yang merugikan, atau pergeseran dalam keinginan konsumen.
2.
Kooptasi
Upaya
salah satu organisasi untuk memperoleh dukungan pemimpin organisasi
lainnya dengan menyertakan mereka dalam dewan penasehat, dewan direksi
dan
sejenisnya.
3.
Diplomasi
Apabila
masing-masing pihak mengirimkan satu orang atau satu kelompok untuk
bertemu dengan mitr rundingnya guna memecahkan konflik.
4.
Mediasi
Mengandalkan pihak ketiga yang netral yang memiliki keahlian mendamaikan
kepentingan
kedua belah pihak.
5.
Arbitrasi
Beberapa
arbitrator dan menerima kebutusan arbitrasi tersebut. Apabila tidak
satupun metode efektif,
perusahaan atau mitra saluran akan melakukan gugatan.
BAB
IV
BEDAH
KASUS
PT DUA
KELINCI
Sekarang ini bisnis
kacang-kacangan meningkat jauh.
Tak kurang dari 15triliun/tahun dan juga eksport yang mencapai 75
miliar.
Peningkatan itu tidak lepas dari tangan dingin Sudhamek agung WS ketika
mengantarkan garudafood kebelantara bisnis perkacangan sejak 1987.
Setelah itu
berbagai merek kacang mulai berani memperkenalkan diri. PT Dua Kelinci
juga
termasuk pelopor kacang bermerek dari pati. Namun langkahnya terhenti
karena
garudafood yang mulanya memasok bahan baku dua kelinci tiba-tiba
menggebrak
pasar nasional. Dan hanya butuh waktu lima tahun untuk menggeser
seniornya.
PT Dua Kelinci tetap
berusaha mencari peluang baru
dan membenahi strategi produk serta komunikasi peasarannya. Dari segi
produk,
Dua Kelinci memngelompokkan produknya antara kacang garing dan kacang
atom
serta kemasannya pun dibuat lebih segar dan menarik. Manuver komunikasi
ini
diawali pada tahun 2000 ketika menunjuk biro iklan “Artex n partner”
untuk
menghasilkan ide-ide kreatif yang belum pernah dikeluarkan oleh biro
iklan
lainnya. Setelah tim ini menggali informasi preferrensi dari konsumen
dengan
menyelenggarakan forum dengar pendapat semacam focus group discussion
dengan
peserta calon pelanggan potensial yang menjadi target pasarnya, ahirnya
terungkap ternyata sebagian konsumen enggan makan kacang karena
beranggapan
bahwa kacang menimbulkan kolesterol dan lemak. Padahal secara alami
kacanga
memang bebas kolesterol tapi pengilahannya yang mungkin menyebabkan tak
bebas
kolesterol.
Sejak 2001, ikon bebas
kolesterol dikomunikasikan
sebagai keunggulan DK yang dicantumkan baik dikemasan produk maupun
iklan
kacang garing. “kami ingin mencuri pasar kompetitor dengan tagline tersebut”.
Ujar
Erlinda pembina usaha Artex n partner. Dan hasilnya penjualan DK
meningkat
hingga 70%. Terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi basis passar DK
yakni
sumatra dan kalimantan. Selain itu, tagline juga menjadi pelajaran baru
bagi
manajemen DK bahwa tagine yang sepele ternyata bisa menjadi senjata yang
sangat
ampuh untuk mencuri pasar.
Kemudian DK dan
Artex menggali informasi apa yang
bisa ditonjolkan dari produk Sanghai DK yang belum pernah di iklankan.
Dari
diskusi kecil yang telah diselenggarakan, mandapatkan hasil bahwa
masyarakat
juga takut dengan makanan yang ditambahi bahan kimiawi, misalnya
pewarna, dan
pemanis karena bisa mengandung unsur karsinogenik.
Ahirnya tim DK dan
Artex bersepakan
mengkomunikasikan sanghai DK dengan tagline “tanpa pemutih dan tanpa
pemanis
buatan” yang juga dipasang di kemasan dan juga iklan kacang atom. Hanya
saja
untuk iklan Artex mencari endorser wanita karena lebih efektif untuk
menyampaikan pesan.
Pomosi yang dilakukan
sangat intensif, semua media
dipakai. Untuk radio dan koran dilakukan didaerah karena DK menggarap
pasar
luar jawa karena dijawa keberadaan pesaing masih terlalu kuat sedangkan
di
sumatra, kaliantan dan sulawesi, posisi DK dan Garuda cukup berimbang.
Strategi promosi
tersebut membuat Garudafood
bereaksi dengan membuat iklan yang mengatakan “kacang memang bebas
kolesterol”
untuk kacang garing dan “lebih putih tanpa pemutih itu baru inovasi”.
Selain
itu DK juga harus beberapa kali berhubungan dengan pemerintah (BPOM dan
Depperindag) dan YLKI yang mendapat masukan dari asosiasi pengusaha
kacang
indonesia (APKIN) untuk mengklarifikasi DK yang menyebutkan bahwa
produknya bebas
kolesterol dan ketiga lembaga itu sepakat untuk sepihak dengan DK. Tidak
hanya
itu, beberapa LSM juga ikut mengancam DK seolah-olah ada yang
menggerakkan.
Menghadapi semua
tudingan itu, dengan tegas Hadi
Sutiono (Dirut PT Dua Kelinci) mengutarakandalam kesempatan dengar
pendapat diruang rapat Bupati Dati II Pati, ada tiga fakta penting: pertama
kacang
tanah memang bebas kolesterol namun prosesnya tidak menjamin. Kedua pencantuman
free colesterol diluar negeri sudah berlangsung 10 tahun silam. Ketiga
kata “baru” dalam label yang dimaksud adalah kemasannya yang baru.
Meskpun demikian,
DK tetap menyetujui saran POM dan
Depperindag untuk merevisi materi iklannya dan menyetujui tes
laboratorium.
Direktur perlindungan konsumen mengucapkan terimakasih atas sikap
kooperatif DK melalui surat no.453/DPK-3/X/2001. Yang menyatakan
pencantuman
label bebas kolesterol masih diperlukan dan tudak bertentangan dengan
undang-undang.
Permasalahan belum
selesai, APKIN mempersoalkan
label sanghai DK yang berbunyi “tanpa pemutih, tanpa pemanis”. Dan
diluar
dugaan, dalam waktu singak POM memerintahkan DK untuk menghentikan
peredaran
dan menarik kacang sanghai DK dari pasaran yang bocor ke supermarket dan
toko-toko. Tapi POM menduga kemungkinan rilis itu dibuat oleh pesaing
DK.
Yang jelas
perjuangan DK untuk bangkit tidaklah
mudah jika hanya bermodalkan kecerdikan mencari peluang. Keberanian
menghadapi
persaingan yang tidak sehat dan menggunakan pikiran jernih sangat
dibutuhkan.
Menurut Lisa Fecilia, Strategi yang dikembangkan DK memang efektif dan
jeli.
Aspek komunikasi memang bisa mencari ruang differensiasi. Komunikasi
telah
meningatkan citra dan brand recall dari pelnggan potensial DK.
Tapi
kontinuitas harus terjaga, dan inovasinya juga harus diikuti
pengembangan pda
aspek lain. Sebaiknya DK dan Garuda tak perlu konfrontatif karena
potensi pasar
yang belum digarap masih sangat besar. Mestinya bukan diorientasikan
mengambil
pasar tapi mengedukasi konsumen yang selama ini mengkonsumsi kacang
tanpa merek
keproduk kacang yang bermerek.
1.2 rumusan masalah
Dari latar
belakan yang telah dijelaskan diatas,
dapt kita lihat beberapa permasalahan yang terjadi pada PT Dua Kelinci
diantaranya:
- Bagaimanakah strategi DK agar bisa menggeser pemimpin pasar?
- Bagaimanakah cara DK menghadapi ancaman dari para pesaingnya?
- Apa yang harus dilakukan DK untuk menjaga dan meningkatkan produknya dimasa mendatang?
KAJIAN TEORI
KOMUNIKASI PEMASARAN
Komunikasi Pemasaran
(Marketing Communication)
adalah salah satu dari 4 elemen besar dari bauran pemasaran (marketing
mix)
yang dimiliki perusahaan. Pemasar harus mengetahui bagaimana menggunakan
alat
pemasaran untuk mengkomunikasikan keberadaan produk atau nilai yang
dapat
diberikan untuk target konsumen.
Bauran Komunikasi (
disebut juga bauran promosi)
terdiri dari 5 cara yang merupakan alat pemasaran (marketing tools),
yaitu :
Advertising, Direct marketing, sales promotion, public relations &
publicity and personal selling.
The Communication Process (Proses Komunikasi)
Dua elemen yang
merupakan bagian besar dalam
komunikasi yaitu pengirim (sender) dan penerima (receiver). Dua elemen
lain
yang merupakan alat komunikasi yaitu pesan (message) dan media serta 4
elemen
lainnya yang merupakan fungsi komunikasi yaitu encoding (memberi kode) ,
decoding (mengartikan kode), response dan feedback. Elemen terakhir
yaitu
noise.
Pengirim memberikan
kode-kode melalui message
dengan cara yang sama seperti bagaimana penerima mengartikan kode-kode
yang
terdapat dalam message. Pengirim harus menyampaikan pesan lewat media
yang
efektif yang dapat menjangkau si penerima, selain itu pesan harus dalam
bentuk
yang dikenali oleh penerima. Pengirim juga harus membuat umpan balik
sehingga
dapat diketahui respon dari penerima.
Pesan yang dikirim
tidak selalu dapat diterima sesuai
keinginan pemberi pesan karena adanya perhatian yang selektif,
pengubahan yang
selektif dan pengingatan kembali yang selektif pada penerima pesan.
Steps in Developing Effective Communication
(Tahap-Tahap Membentuk Komunikasi yang Efektif)
1. Mengidentifikasi Target Pendengar
Komunikator pemasaran
harus memiliki target
pendengar yang jelas. Pendengar (audience) dapat terdiri dari calon
pembeli
potensial dari produk perusahaan, pemakai produk, pengambil keputusan
atau
pemberi pengaruh. Audience bisa terdiri dari individu, kelompok, atau
masyarakat khusus atau umum. Target audience ini akan berpengaruh
terhadap
keputusan yang diambil komunikator tentang apa , bagaimana, kapan,
dimana dan
kepada siapa harus bicara.
Komunikator harus
mengetahui pula karakteristik
dari audiencenya. Dengan melakukan audience analysis yang dikenal dengan
Image
analysis yaitu menilai image audience saat ini mengenai perusahaan,
produknya
dan para pesaingnya. Ini penting karena sikap tindakan seseorang
terhadap suatu
objek tergantung dari keyakinannya (belief) akan objek tersebut. Image
adalah
kesatuan keyakinan, ide, kesan yang dipegang seseorang terhadap suatu
objek.
2. Menentukan
Tujuan Komunikasi
Respon akhir yang
diinginkan dari target audience
tentunya “membeli” dan “puas”. Namun tindakan membeli adalah hasil akhir
dari
proses yang panjang dalam pengambilan keputusan oleh konsumen.
Komunikator
pemasaran perlu mengetahui bagaimana target audience bergerak dalam
tahap-tahap
menuju kesiapan untuk membeli.
Pemasar mungkin
ingin menempatkan sesuatu dalam
benak konsumen (cognitive), merubah sikap konsumen (affective) atau
mendorong
konsumen untuk bertindak (behavioral). Terdapat 4 model berbeda mengenai
tahap respon
konsumen yaitu “AIDA Model”, “Hierarchy of effects model”, “Innovation
adoption
model”, dan “Communication model”. Yang paling sering digunakan yaitu
“Hierarchy of
effect model” (learn-feel-do), terdiri dari tahap-tahap yang merupakan
tujuan
bertahap dari komunikasi, adalah sebagai berikut :
1. Awareness
Jika sebagian besar dari
target audience belum
sadar akan objek , maka tugas komunikator adalah membangun kesadaran
konsumen
akan keberadaan produk , mungkin dapat dengan pengenalan nama.
2. Knowledge
Setelah audience sadar
akan keberadaan produk,
mungkin mereka tidak mempunyai pengetahuan yang lebih akan produk,
sehingga
komunikator harus memberikan pengetahuan akan produk kepada konsumen.
3. Liking
Ketika konsumen sudah
mengetahui tentang produk
tersebut, lalu bagaiman perasaan mereka? Komunikator pemasaran harus
berusaha
agar konsumen menyukai produk tersebut. Jika konsumen terlihat tidak
menyukai
produk tersebut, pemasar harus tahu mengapa dan berusaha memperbaiki dan
mengkomunikasikannya lagi.
4. Preference
Konsumen mungkin
menyukai produk itu tapi tidak
lebih dari produk lain, sehingga pemasar harus membangkitkan preferensi
konsumen akan produk yang ditawarkan. Pemasar akan mempromosikan
kualitas
produk, value, performance dan karakter lain.
5. Conviction
Konsumen mungkin sudah
lebih menyukai produk yang
ditawarkan tapi tidak membangun keyakinan untuk membelinya . Karena itu
tugas
pemasar adalah membangun keyakinan konsumen untuk melakukan tindakan
yang
terbaik, yaitu membeli.
6. Purchase
Terakhir, sebagian dari
konsumen mungkin memiliki
keyakinan tetapi belum juga membeli produk itu. Mungkin mereka menunggu
informasi tambahan atau masih merencanakan tindakan selanjutnya. Pemasar
harus
mendorong konsumen untuk melakukan langkah akhir dengan cara menawarkan
produk
dengan harga yang lebih rendah, atau menawarkan hadiah.
3.Merancang
Pesan yang akan Disampaikan Dalam merancang bentuk pesan Ada 4 hal yang harus diperhatikan yaitu Apa yang harus dikatakan (isi pesan), bagaimana mengatakannya secara logis (struktur pesan), bagaimana mengatakannya lewat simbol-simbol (bentuk pesan) dan siapa yang akan mengatakannya (sumber pesan).
- Isi Pesan bisa terdiri dari 3 jenis yang berbeda, yaitu :
- Rational
Pesan berisi tentang keunggulan produk dalam memberikan manfaat tertentu. Misalnya pesan yang berisi demo tentang kualitas produk, kehematan, value atau performance. - Emotional
Isi pesan berusaha membangkitkan emosi negatif atau positif yang akan memberikan dorongan untuk membeli. Emosi negatif seperti rasa bersalah, takut, dan malu akan mendorong orang untuk melakukan sesuatu (menggosok gigi, periksa gigi, check up) atau berhenti melakukan sesuatu, misalnya merokok dan minum minuman keras. Emosi yang positif seperti rasa humor, sayang , bangga dan nyaman untuk mendorong orang untuk membeli produk yang ditawarkan. - Moral
Isi pesan mengarahkan pikiran para konsumen tentang apa yang benar dan apa yang patut. Pemasar dapat memberikan dorongan-dorongan agar konsumen peduli dan mendukung terhadap maslah-masalah sosial, seperti kebersihan lingkungan, persamaan hak untuk wanita dan bantuan untuk yang kurang mampu. Pesan yang bertemakan tentang moral sangat jarang digunakan untuk produk kebutuhan sehari-hari. - Struktur Pesan
Efektifitas pesan juga
tergantung dari strukturnya.
Terdapat 3 jenis struktur pesan, yaitu : Conclusion Drawing
- Berdasarkan riset yang mutakhir
Menunjukkan bahwa iklan
yang terbaik adalah yang
memberikan gambaran kesimpulan dengan memberi pertanyaan dan membiarkan
penerima pesan membuat kesimpulannya masing-masing.
- One-or two-sided arguments
Yaitu mengenai apakah
pemasar harus memberikan
pujian-pujian akan keunggulan produk tersebut saja (one sided) atau juga
menyebutkan beberapa hal yang tidak memuaskan (two sided).
- Order
of presentation
Dalam hal penyajian, apakah argumen yang paling kuat akan diberikan di awal atau di akhir. - Bentuk Pesan
Pemasar harus membuat
bentuk pesan yang baik.
Seperti dalam iklan (media cetak), harus diputuskan mengenai headline,
ilustrasi, dan warna. Untuk pesan di radio, pemasar harus berhati-hati
memilih
kata-kata, kualitas suara dan vokal. Pesan yang disam[paikan lewat
produk,
yaitu melalui kemasannya, pemasar harus memperhatikan mengenai warna,
tekstur,
ukuran dan bentuk.
- Sumber Pesan
Pesan yang disampaikan
melalui sumber-sumber yang
menarik untuk mendapat perhatian dan berkesan. Pembuat iklan dapat
menggunakan
selebritis sebagai juru bicara seperti artis, olahragawan, atau model.
Pesan
yang disampaikan melalui sumber pesan yang terpercaya akan lebih
bersifat
persuasif.
Faktor-faktor yang mendasari kredibilitas sumber pesan adalah keahliannya (expertise), kepercayaan (trustworthiness) dan mempunyai sifat menyenangkan (likability).
Faktor-faktor yang mendasari kredibilitas sumber pesan adalah keahliannya (expertise), kepercayaan (trustworthiness) dan mempunyai sifat menyenangkan (likability).
Memilih Saluran
Komunikasi
Komunikator pemasaran
harus memilih saluran yang
efektif untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi terdiri dari 2
jenis yaitu
:
- Personal
Melibatkan 2 orang atau lebih yang saling berkomunikasi secara langsung. Komunikasi dapat dilakukan dengan tatap muka, berbicara di hadapan audience, lewat telepon atau lewat surat. - Non personalPesan disampaikan tanpa kontak personal atau interaksi perorangan, tapi lewat media, suasana dan peristiwa. Media, terdiri dari media cetak (koran, majalah), media penyiaran (radio, TV), media elektronik (audiotape, video) dan media display (billboards, sign, dan poster). Suasana adalah lingkungan, keadaan sekitar yang membentuk kecenderungan konsumen untuk membeli produk. Peristiwa adalah kejadian tertentu yang dirancang untuk menyampaikan pesan tertentu kepada target audience.
Membuat Anggaran Total untuk Promosi
Tahapan ini adalah
tahapan yang paling sulit.
Terdapat 4 metode yang bisa dipakai dalam menyusun anggaran promosi:
- Affordable MethodAnggaran disusun berdasarkan kesanggupan perusahaan untuk mengeluarkan biayanya. Metode ini mengabaikan peran promosi sebagai investasi yang memiliki dampak meningkatkan volume penjualan dalam waktu dekat.
- Percentage of Sales MethodAnggaran promosi disusun berdasarkan persentase tertentu terhadap penjualan (sekarang atau masa datang) atau terhadap harga jual. Terdapat 3 keuntungan dari metode ini, yaitu : pengeluaran promosi akan bervariasi sesuai dengan kesanggupan perusahaan. Dua, manajemen dapat mengetahui hubungan antara biaya promosi, harga jual dan profit per unit. Tiga, dapat meningkatkan daya saing.
- Competitive-Parity MethodAnggaran disusun berdasarkan keinginan perusahaan untuk tetap mempertahankan market sharenya karena pengeluaran yang berdasarkan persentase sales sama seperti yang dilakukan pesaing lain.
- Objective and Task MethodAnggaran disusun berdasarkan tujuan tertentu yang ingin dicapai, menentukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan memperkirakan biaya untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Jumlah dari biaya-biaya inilah yang akan dijadikan anggaran promosi.
Menetapkan Bauran Promosi
Total anggaran
promosi yang telah disusun, kemudian
dialokasikan untuk penggunaan alat promosi seperti iklan, promosi
penjualan,
direct marketing, public relation dan sales force. Dalam industri yang
sama,
tiap perusahaan dapat mempunyai alokasi anggaran yang berbeda.Perusahaan
selalu mencari cara untuk mendapatkan efisiensi dengan menggantikan
alat yang satu dengan yang lain karena lebih hemat dan efektif.
Karakteristik dari tiap promotinal tools.
Karakteristik dari tiap promotinal tools.
- Advertising :
Presentasi untuk umum Diserap dengan baik karena dapat diulang beberapa kali Kesempatan yang lebih baik untuk memberikan ‘arti’ produk dengan mendramatisir cetakan, suara, warna. Impersonality, hanya monolog bukan dialog. - Sales
Promotion :Menyampaikan informasi lewat komunikasi Memberikan insentif untuk konsumen Mengundang/mengajak konsumen untuk melakukan transaksi saat itu juga.
- Direct Marketing : Melalui surat langsung, telemarketing, electronic marketing dll. Non publik, untuk orang tertentu Mengikuti kebiasaan konsumen
- Public Relations & Publicity:Kepercayaan yang tinggi Off-guard, mencapai prospek yang lebih baik dari iklan dan salesman Dramatisasi
- Personal selling:Paling efektif, terutama untuk membangun preferensi, memberi keyakinan dan tindakan Konfrontasi personal Menanamkan kesan yang dalam di hati konsumen Adanya respon langsung dari konsumen
Faktor-faktor yang mempengaruhi bauran promosi:
- Jenis produk yang dipasarkan
Perusahaan yang
memasarkan consumer goods lebih
banyak menggunakan iklan kemudian sales promotion, personal selling sdan
public
relation. Untuk industrial goods, lebih banyak menggunakan personal
selling,
kemudian sales promotion, iklan dan public relation.
- Push Vs Pull Strategy
Push strategy : Meliputi
kegiatan pemasaran
(terutama sales force dan promosi penjualan) yang diarahkan pada saluran
perantara (intermediari) untuk membujuk mereka agar mau memesan dan
membawa
produk untuk dipromosikan kepada end users.
Pull Strategy : Meliputi
kegiatan pemasaran
(terutama iklan dan promosi untuk konsumen) yang diarahkan pada end
users untuk
membujuk mereka agar meminta produk tersebut pada perantara sehingga
perantara
kemudian memesan produk tersebut ke perusahaan.
- Buyer-readiness stage
Efektivitas dan
biaya masing-masing promotional
tools berbeda pada tiap-tiap tahapan proses pembelian. Iklan dan
Publisitas
adalah yang paling efektif pada tahap awal proses pembelian, sedangkan
personal
selling dan sales promotion adalah yang paling efektif untuk tahapan
selanjutnya.
- Product Life cycle Stage
Efektivitas dan
biaya promotional tools juga
berbeda pada tiap tahap siklus hidup produk. Dalam tahap Introduction,
iklan
dan publisitas akan efektif, kemudian diikuti dengan sales promotion
utnuk
membujuk orang agar mau mencoba dan personal selling untuk dapat
mengkover
distribusi yang luas.
Dalam tahap Growth, semua tools dapat diredam karena tingkat permintaan cukup tinggi. Pada tahap Maturity, sales promotion, advertising dan personal selling semuanya menjadi penting untuk dilakukan.
Pada tahap Decline, sales promotion harus terus dilaksanakan, iklan dan publisitas dikurangi dan salesman dapat memberi perhatian yang minimal untuk produk ini.
Dalam tahap Growth, semua tools dapat diredam karena tingkat permintaan cukup tinggi. Pada tahap Maturity, sales promotion, advertising dan personal selling semuanya menjadi penting untuk dilakukan.
Pada tahap Decline, sales promotion harus terus dilaksanakan, iklan dan publisitas dikurangi dan salesman dapat memberi perhatian yang minimal untuk produk ini.
- Company Market Rank
Merk-merk ranking
teratas lebih banyak menggunakan
iklan daripada sales promotion, sedangkan untuk merk-merk rangking
dibawahnya,
ketika profitabilitas menurun, akan lebih banyak menggunakan
salespromotion
daripada iklan.
Mengukur Hasil Promosi
Komunikator
pemasaran harus mengukur dampak dari
promosi. Kegiatan ini meliputi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
kepada audience
tentang pengenalan dan ingatan akan pesan yang disampaikan, berapa kali
dilihat, apa yang diingat, bagaimana perasaannya tentang pesan tersebut,
dan
sikapnya terhadap produk tersebut dan perusahaan.
Selain itu komunikator
pemasaran juga melakukan pengukuran
tentang perilaku dan respon dari audience, seperti berapa orang yang
membeli,
yang menyukai dan yang memberi tahu kepada yang lain akan pesan
tersebut.
Mengorganisasi dan
Mengelola Komunikasi Pemasaran yang Terintegrasi
Komunikasi pemasaran yang terintegrasi (menyeluruh) akan menghasilkan pesan-pesan yang konsisten, penjadwalan yang tepat dan efektivitas biaya serta dampak yang lebih besar pada penjualan. IMC (Integrated Marketing Communication) akan mengembangkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pelanggan yang tepat, dengan pesan yang tepat dalam waktu yang tepat dan pada tempat yang tepat
Komunikasi pemasaran yang terintegrasi (menyeluruh) akan menghasilkan pesan-pesan yang konsisten, penjadwalan yang tepat dan efektivitas biaya serta dampak yang lebih besar pada penjualan. IMC (Integrated Marketing Communication) akan mengembangkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pelanggan yang tepat, dengan pesan yang tepat dalam waktu yang tepat dan pada tempat yang tepat
PEMBAHASAN
Strategi DK agar bisa menggeser pemimpin pasar
Perjalanan PT Dua
Kelinci agar bisa menggeser
pemimpin pasar tidaklah mudah dimulai dari menggali informasi dari
parakonsumen
dengan mengadakan forum dengar pendapat yang pesertanya adalah calon
pelanggan
potensial. Dari forum tersebut, diperoleh kesimpulan ternyata sebagian
konsumen
enggan mengkonsumsi kacang karena beranggapan bahwa kacang menimbulkan
kolesterol dan lemak. Mereka tak tahu bahwa secara alami kacang memang
bebas kolesterol, hanya proses pengolahannya yang kemudian mengakibatkan
tak
bebas kolesterol lagi.
Sejak tahun 2001,
ikon bebas kolesterol
dikomunikasikan sebagai keunggulan DK yang dicantumkan dikemasan produk
maupun
iklan kacang garing. mereka ingin mencuri pasar kompetitor dengan tagline
tersebut.
Dan hasilnya penjualan kacang garing langsung meningkat. Bahkan Bambang
Suprapto manajer pemasaran DK menandai saat itu penjualan naik hingga
70an%
peningkatan penjualan terutama terjadi pada wilayah-wilayah yang menjadi
basis
pasar DK kususnya sumatera dan kalimantan.
Sementara itu,
untuk kacang atom, DK menggunakan tagline “tanpa pemutih dan
tanpa pemanis buatan”. Tapi untuk iklan sanghai DK, DK menggunakan
endorser
wanita karena dianggap lebih efektif dalam penyampaian pesan.
Cara DK menghadapi ancaman dari para pesaingnya
Perubahan
komunikasi DK membuat pesaingnya
kelabakan. Seingga kemudian membuat strategi reaktif terhadap DK. Selain
itu,
beberapa kali DK berhadapan dengan pemerintah yakni BPOM dan
Depperindag.
Mula-mula kedua badan pemerintah itu bersama YLKI mendapat masukan dari
asosiasi pengusaha kacang indonesia (APKIN) meminta klarifikasi DK yang
menyebutkan dalam iklan dan kemasannya bahwa produknya bebas kolesterol.
Ketiga
lembaga tu sepakat bahwa berdasarkan penelitian ilmiah, semua kacang
tanah
memang bebas kolesterol meski telah mengalami proses pengolahan dalam
perebusan,
pengeringan atau pemanggangan.
Berbagai LSMpun ikut
bereaksi seolah-olah ada yang
menggerakkan, seperti LSM cinpurna lembaga pemantau masalah kefarmasian
indonesia (IPhW) dan yaselam yang menyatakan iklan DK membodohi
masyarakat dan
menyesatkan. Mereka meyakini iklan DK bisa diajukan ke meja hijau karena
melanggar UU no.8/1999 tentang perlindungan konsumen. Bahkan LSM
cinpurna
hampir mengikuti saran untuk mengajukan class action ke DK.
Menanggapi masalah
tersebut, Dirut DK dengantegas
mengutarakan dalam dengar pendapat diruang rapat Bupati Dati II Pati.ada
tiga
fakta penting yang diyakininya. Pertama: kacang tanah memang bebas
kolesterol
namun prosesnya tidak menjamin. Kedua: pencantuman Free kolesterol
diluar
negeri sudah berlangsung selama 10 tahun. Ketiga: kata baru dalam label
yang
dmaksud berarti kemasannya yang baru. Selain itu, DK juga menuruti
perintah POM
dan depperindag untuk merevisi materi iklannya termasuk menyetujui tes
laboratorium. Dan dengan tes itu, depperindag mengucapkan terimakasih
atas
sikap kooperatif yang telah dilakukan oleh DK
Hal yang harus dilakukan DK untuk menjaga dan
meningkatkan produknya dimasa mendatang
Liza felizia
wulandari,Directur The Advisory,
mengatakan strategi yang dikembangkan DK memang efektif dan jeli, karna
dia
mampu mengambil tema-tema komunikasi yang selama ini terlewatkan oleh
pemimpin
pasar. Karna Aspek komunikasi memang bisa menjadi ruang mencari
diferensiasi.
Komunikasi tersebut telah mmeningkatkan citra dan brand recall dari
pelanggan
potensial DK,dan kemungkinan juga meningkatkan frekuensi beli konsumen.
Namun Aspek
komunikasi jangan menjaadi kekuatan
satu satunya,harus diikuti dengan model modelyang baru agar
kontinuitasnya
terjaga,misalnya kualifikasi produk termasuk kemampuan distribusi. Liza
juga
menyarankan,sebaiknya DK dan Gaaruda tidak perlu konfrontatif karena
potensi
pasar yang belum digarap sangat besar,mestinya bukan diorientasikan
mengambil
pangsa kompetitor tapi mengedukasikan konsumen yang selama ini
mengkonsumsi
kacang tanpa meerek ke produk kacang yang bermerek.
KESIMPULAN
PT Dua kelinci
berjuang mati-matian untuk bangkit
setelah dihianati pemasok bahan bakunya “garuda”. DK memulai langkah
untuk
bangkitnya dengan bekerjasama dengan biro jasa periklanan “Artex”
kemudian
mereka mengumpulkan informasi dari konsumen. Hasil yang didapat dari
informasi tersebut adalah kebanyakan konsumen takut mengkonsumsi kacang
karena
takut akan bahaya kolesterol yang terkandung dalam kacang padahal secara
alami
kacang tidak mengandung kolesterol. Dengan informasi tersebut, DK
menggunakan tagline
dengan ikon bebas kolesterol. Selain itu untuk produk sanghai, DK
juga
menggunakan tagline yang berbunyi “tanpa pemutih dan tanpa pemanis
buatan”. Dan
hasilnya sangat membanggakan, penjualannya meningkat hingga 70%an.
Meskipun demikian
langkah DK mendapat ancaman dari
berbagai pihak. Mulai dari pesaingnya, pemetintah dan beberapa LSM. DK
menanggapinya dengan menuruti permintaan BPOM dan depperindag untuk
merubah
materi iklannya dan menyetujui produknya untuk dilakukan tes
laboratorium. Dan
hal itu mendapat ucapan terimakasih oleh depperindag lewat suratnya.
Tapi untuk
mempertahankan produknya, DK tidak cukup
hanya menggunakan tagline sebagai jalan satunya. DK juga harus
memperhatikan
aspek yang lain.
GAMBAR- GAMBAR PT DUA
KELINCI DALAM MEMASARKAN PRODUKNYA
Dua Kelinci Tembus Pasar Nigeria
- Kamis, 3 Mei 2012 | 09:17 WIB
Segenap jajaran Direksi PT Dua Kelinci saat
jumpa pers program "Indonesia Mengoper Bola 2012" di Hotel Sultan,
Jakarta (2/5/2012). Dalam program tersebut, rencananya akan diikuti oleh
salah
satu bintang Real Madrid, Xabi Alonso. | KOMPAS.com/Ary Wibowo
PT DUA KELINCI
BAB
V
PENUTUP
Hubungan
antara pemasaran dengan komunikasi merupakan hubungan yang erat.
Komunikasi
merupakan proses pengoperan lambang-lambang yang diartikan sama antara individu
kepada individu, individu
kepada kelompok, kelompok kepada kelompok dan kelompok kepada massa.
Komunikasi
dalam pemasaran bersifat kompleks. Bentuk komunikasi yang lebih rumit
mendorong
penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dilakukan melalui
sejumlah
strategi komunikasi yang canggih, setelah melewati perencanaan yang
matang
Komunikasi dengan perantara pemasaran dapat
melalui promosi .Promosi
dalam komunikasi pemasaran meliputi penggunaan saluran komunikasi.Sarana
Bauran
promosi melalui periklanan,promosi penjualan,pemasaran langsung,hubungan
mastarakat,penjualan personal sehinggan menghasilkan pesan merek dan
perusahaan
yang konsisten jelas dan meyakinkan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar