BAB I
PENDAHULUAN
Pelopor merek
yang pertama di
Amerika Serikat adalah para peramu obat paten, tetapi perkembangan
sesungguhnya
baru terjadi sesudah perang saudara dengan bertumbuhnya
perusahaan-perusahaan
nasional dan media iklan nasional. Beberapa merek pada zaman itu masih
mampu
bertahan sampai saat ini seperti; Borden’s Condensed Milk, Quaker Oats,
Vaseline, dan Lvory Soap.
Merek atau merek dagang adalah nama atau simbol yang diasosiasikandengan produk atau jasa dan menimbulkan arti sikologis atau asosiasi. Merek juga bisa diartikan sebuah tanda yang dapatr membedakan barang dan jasa yang diproduksi dan dimiliki oleh suatu perusahaan terhadap perusahaan lainnyaKata, huruf, angka, gambar, photo, bentuk, warna, jenis logo, label atau gabungannya yang dapat digunakan unruk membedakan barang dan jasa dapat dianggap sebagai sebuah merek. disebagian negara, slogan iklan juga dianggap sebagai merek dan dapat di daftarkan pada kantor HKI. Jumlah negara yang membuka kemungkinan untuk pendaftaran bentuk-bentuk merek yang kurang biasa di daftarkan seperti warna tunggal, tanda tiga dimensi (bentuk produk atau kemasan), tanda-tanda yang dapat di dengar (bunyi) atau tanda olfactory (bau). Namun demikian, sebagian besar negara telah menentukan batasan-batasan mengenai hal apa saja yang dapat di daftarkan sebagai sebuah merek, secara umum adalah untuk tanda-tanda yang memang secara visual dapat dirasakan atau yang dapat ditunjukkan dengan gambar atau tulisan.
Merek atau merek dagang adalah nama atau simbol yang diasosiasikandengan produk atau jasa dan menimbulkan arti sikologis atau asosiasi. Merek juga bisa diartikan sebuah tanda yang dapatr membedakan barang dan jasa yang diproduksi dan dimiliki oleh suatu perusahaan terhadap perusahaan lainnyaKata, huruf, angka, gambar, photo, bentuk, warna, jenis logo, label atau gabungannya yang dapat digunakan unruk membedakan barang dan jasa dapat dianggap sebagai sebuah merek. disebagian negara, slogan iklan juga dianggap sebagai merek dan dapat di daftarkan pada kantor HKI. Jumlah negara yang membuka kemungkinan untuk pendaftaran bentuk-bentuk merek yang kurang biasa di daftarkan seperti warna tunggal, tanda tiga dimensi (bentuk produk atau kemasan), tanda-tanda yang dapat di dengar (bunyi) atau tanda olfactory (bau). Namun demikian, sebagian besar negara telah menentukan batasan-batasan mengenai hal apa saja yang dapat di daftarkan sebagai sebuah merek, secara umum adalah untuk tanda-tanda yang memang secara visual dapat dirasakan atau yang dapat ditunjukkan dengan gambar atau tulisan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. LANDASARN TEORI
Merek
adalah sebuah nama , istilah, simbol tanda atau desain, atau kombinasi
dari
semua yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari
seorang
penjual dan untuk membedakan dari produk atau jasa pesaing. Merek yang
kuat
ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat,asosiasi merek
yang
tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan
konsumen
terhadap merek yang tingii.
Dengan
adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lain
diharapkan
akan memudahkan konsumen dalam menentukan
produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta
menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyality). Kesetiaan
konsumen
terhadap suatu merek atau brand yaitu dari pengenalan, pilihan dan
kepatuhan
pada suatu merek.
Kekayaan
merek, merek yang sangat kuat
memiliki kekayaan merek yang tinggi.
Sutu merek dikatakan memiliki kekayaan
merek yang tinggi sejauh mereka memiliki kesetian merek yang tinggi,
kesadaran
nama, persepsi mutu, asosiasi merek yang kuat. Merek-merek puncak dunia
misalnya, coca cola, kodak, sony, Mercedez Benz, sedangkan merek-merek
ternama
di indonesia misalnya, Aqua, Indomie, Pepsodent, Rinso. Perusahaan perlu
mengelola merek secara hati-hati untuk melindungi kekayaan merek, serta
mengembangkan strategi untuk mempertahankan atau meningkatkan kesadaran
merek.
Pertama-tama
perusahaan harus memutuskan apakah mereka apakah mereka harus memberi
sebuah
nama marek pada sebuah produknya, begitu kuatnya pemberian marek
sehingga
sangat susah menemukan barang yang tidak
bermarek, misalnya garam yang dikemas kemidian biberi merek, suku cadang
mobil
seperti ban dan busi, bahkan buah-buahan yang dibungkus kemidian dberi
merek,
serta sayur-sayuran.
Pemberikan
nama merek memberikan banyak keuntungan, antara lain: merek menunjukkan
mutu
produk, mengingatkan efisiensi orang yang berbelanja, menarik perhatian
konsumen terhadap produk-produk baru, memudahkan penjualan, mengelola
pesanan,
dan dapat menmbah nilai bagi konsumen masyarakat.
Pada
dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten
menyampaikan secara ciri-ciri, manfaat dan jasa tertentu kepada para
pembeli.
Merek yang baik juga menyempaikan jaminan
tambahan berupa jaminan kualitas. Merek sendiri digunakan untuk beberapa
tujuan yaitu :
1. Sebagai
identitas, yang bermanfaat dalam diferensiasi atau memebedakan produk
suatu
perusahaan dengan produk perusahaan saingannya. Ini akan memudahkan
konsumen
untuk mengenalinya saat berbelanja dan saat melakukan pembelian ulang.
2. Alat
promosi, yaitu sebagai daya tarik produk.
3. Untuk
membina citra yaitu dengan memeberikan keyakinan, jaminan kualitas,
serta
prestise tertentu kepada konsumen.
4. Untuk
mengendalikan pasar.
Jenis-jenis Merek
· Merek Dagang
Merek Dagang adalah
merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau
beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan
barang-barang sejenis lainnya,
· Merek Jasa
Merek jasa adalah merek
yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau
beberapa orang
secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa
sejenis
lainnya.
Merek
dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal sebagai beriku :
a. Contoh
brand name (nama) : aqua, bata, rinso, KFC, acer, windows, toyota dan
lain
sebagainya
b. Contoh
mark (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar
jendela pada
windows, simbol bulatan hijau pada sony ericsoon dan sebagainya
c. Contoh
trade character (karakter dagang) : ronald mc donald pada restoran mc
donalds,
si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gerydan
lain
sebagainya.
Berikut
ini ada beberapa keputusan-keputusan tentang merek, yaitu;
·
Keputusan
Mengenai Merek.
Keputusan
yang harus diambil ialah perlu tidaknya satu merek tertentu bagi suatu
produk.
Bila dilihat dari sejarahnya, kebanyakan produk dipasarkan tanpa merek
sama
sekali,. Baik produsen maupun para perantara menjual barang-barang
mereka
langsung saja dengan satuan kilo gram, liter, kotak dan sebagainya,
tanpa suatu
tanda pengenal dari pembekal. Sekarang ini pemeberian merek sudah
demikian
meluasnya sehingga barang yang dipasarkan tanpa merek sering menghadapi
kesulitan besar. Suku cadang kendaraan bermotor memiliki merek
produsennya, mur
dan baut diberi merek pembuat atau distributornya, jeruk atau jagung di
supermarket
dibungkus dengan kemasan bermerek.Selain tiu, terdapat bukti bahwa para
distributor menginginkan adanya merek sebagai cara untuk memudahkan
penanganan
produk, mengidentifikasai pembekal, meminta produk agar bertahan pada
standart
mutu tertentu dan juga meningkatkan pilihan para pembeli. Di pihak
konsumen,
mereka menginginkan di cantumkannya merek untuk mempermudah mengenali
perbedaan
mutu serta agar dapat berbelanja dengan lebih efisien.
·
Keputusan
Penyediaan Merek
Dalam
memutuskan pencantuman merek pada suatu produk, seorang mempunyai
beberapa
pilihan mengenai pihak mana yang sebaiknya memberi merek. Ada
kemungkinan
produk dipasarkan dengan merek produsen,
atau dipasarkan oleh produsen dengan merek
lisensi. Atau produk yang dipasarkan
ke pedagang perantara kemudian memeberi merek
sendiri, yang sering juga disebut dengan merek perantara, merek
distributor
atau merek penyalur. Selain itu bisa
juga produsen memproduksi sebagian produk dengan merek pabrik dan
sebagian lagi
dengan merek sendiri
·
Keputusan
Merek Kelompok (Family-brand decision) .
Memeberi
merek yang sama paada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek
yang
sudah ada dan dikenal masyarakat. Contoh dari family branding yakni;
merek gery
yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk
berbeda
dengan merek utama gery seperti gery salut, gery coklut, gery toya-toya
dan
lain sebagainya.
·
Keputusan
Meluaskan Merek
Strategi memperluas
merek adalah upaya meluaskan nama merek yang telah terbukti berhasil
guna
meluncurkan produk atau lini produk yang baru atau yang merupakan hasil
produk
atau lini produk yang baru atau yang merupakan hasil modifikasi
·
Keputusan
Merek Ganda
Dalam
strategi merek ganda ini, penjual membuat dua atau lebih merek dalam
kategori/
kelompok produk yang sama. Ada beberapa alasan mengapa banyak perusahaan
menerapkan strategi merek ganda ini. Alsan pertama, perusahaan akan
memperoleh
ruang/rak yang lbh banyak di toko/supermarket, dengan demikian akan
meningkatkan ketergantungan pengecer pada merek-mereknya. Kedua karena
sedikitnya jumlah konsumen yang suka berpindah-pindah merek ialah dengan
menyediakan banyak merek. Ketiga, menambah merek baru akan meningkatkan
gairah,
semangat serta efisiensi di dalam tbuh perusahaan sendiri.
·
Keputusan
Penempatan Kembali Merek
Bahwa
bagaimanapun baiknya penempatan (posisi)
merek tertentu di pasar, perusahaan aharus meninjau di kemudian hari,
sebab mungkin saja pesaing memasarkan
merek baru yang mirip dengan merek perusahaan sehingga pangasa pasar
berkurang.
Atau konsumen mulai beralih ke merek lain, sehingga jumlah permintaan
untuk
merek milik perusahaan menyusut
·
Keputusan
Kaemasan dan L ebel
Kemasan
dalam pemasaran suatu produk, pemberian wadah atau kemasan dapat
memainkan
peran yang kecil atau peran yang penting . saat ini banyak kalangna
orang
pemasaran yang menganggap masalah kemasan sebagai faktoP ke lima sesudah
price,
product, place, dan promotion. Akan tetapi, kebanyakan orang pemasaran
memperlakukan masalah kemasan sebagai salah satu elemen dari stategi
produk. Yang terakhir adalah lebel yang meru[pakan bagian dari
pengemasan
danterdiri dari keterangan tercetak dam menjelaskan sesuatu mengenai
produk Lebel
mungkin hanya berisi nama merek atau bisa juga
informasi lengkap.
Hal
–hal yang harus diperhatikan dalam mendaftaran merek yakni :
1.
Pendaftaran
Merek
Yang
dapat mengajukan pendaftaran merek adalah
·
Orang (person)
·
Badan Hukum (recht person)
·
Beberapa orang atau
Badan Hukum (pemilikan bersama)
2. Fungsi Pendaftaran
Merek
· Sebagai alat bukti bagi
pemilik yang berhak atas
merek yang didaftarkan
· Sebagai dasar penolakan
terhadap merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokok nya yang
dimohonkan
pendaftaran oleh orang lain untuk barang atau jsa sejenis.
· Sebagai dasar untuk
mencegah orang lain memakai merek yang sama keseluruhan atau sama pada
pokoknya
dalam peredaran yntuk barang atau jasa sejenisnya.
3. Persyaratan Permohonan
Merek
1. Mengajukan
permohonan ke DJ HKI/Kanwil
secara
tertulis dalam Bahasa Indonesia dengan melampirkan :
· Foto copy KTP yang
dilegasirkan. Bagi pemohon yang berasal dari luar negeri sesuai dengan
ketentuan undang-undang harus memilih tempat kedudukan di Indonesia,
biasanya
dipilih pada alamat kuasa hukumnya;
· Foto copy akte
pendirian badan hukum yang telah disahkanoleh notaris apabila permohonan
diajukan atas nama badan hukum;
· Foto copy peraturan
pemilikan bersama apabila permohonan
diajukan atas nama lebih dari satu orang
· Surat kuasa khusus
apabila permohonan permohonan dikuasakan;
· Tanda pembayaranm biaya
permohonan;
· 25 helai etiket merek
(ukuran max 9x9 cm, min. 2x2 cm);
· Surat pembayaran bahwa
merek yang diminta pendaftaran adalah miliknya.
2. Mengisi
formulir permohonan yang memuat :
· Tanggal, bualan, dan
tahun surat permohonan;
· Nama, alamat lengkap
dan kewarganegaraan permohonan
· Nama dan alamat lengkap
kuasa apabila permohonan diajukan melalui kuasa; dan;
· Nama negara dan tanggal
penerimaan permohonan yang pertma kali dalam hal permohonan diajukan
dengan hak
prioritas
3. Membayar
biaya permohonan pendaftaran pendaftaran merek.
Hal-hal yang
Menyebabkan Suatu Merek Tidak Dapat di Daftarkan
a. Didaftarkan
oleh pemohon yang tidak beritikad baik.
b. Bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas keagamaan,
kesusilaan, atau ketertiban umum .
c. Tidak
memiliki daya pembeda
d. Telah
menjadi milik umum
e. Merupakan
keterangan atau berkaitan barang atau jasa yang dimohonkan
pendaftarannya.
(Pasal 4 dan Pasal 5 UU Merek).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Merek yang kuat
ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat,asosiasi merek
yang
tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan
konsumen
terhadap merek yang tingi.
Jadi dengan adanya
merek yang
membuat produk yang satu beda dengan yang lain diharapkan akan
memudahkan
konsumen dalam menentukan produk yang
akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan
kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyality). Kesetiaan konsumen
terhadap
suatu merek atau brand yaitu dari pengenalan, pilihan dan kepatuhan pada
suatu
merek.
RISK MANAGEMENT (Manajemen Proyek)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Pendahuluan
1.1 .1
Presentasi tentang proyek
Sebelum
mengerjakan suatu proyek, kita juga harus melakukan yang namanya
presentasi
tentang proyek itu sendiri.Hal ini dilakukan supaya apabila nantinya ada
sesuatu yang mungkin kurang tepat dalam penyampaiannya dapat dilakukan
pembenahan kembali. Presentasi proyek yang akan dijalankan sebaiknya
melibatkan
banyak pihak karena melalui presentasi ini banyak pendapat-pendapat yang
dapat
membantu menyempurnakan proyek kita. Dalam presentasi ini juga kita
dapat
mempromsikan proyek kita sehingga pihak-pihak yang menjadi audiens
merasa yakin
dan dapat membantu mengerjakan proyek ini menjadi lebih baik.Dan
pendapat-pendapat mereka inilah yang nantinya dapat menjadi tolak ukur
keberhasilan dalam perencanaan proyek kita.
Dalam
penyampaian presentasi harus diperhatikan etika penulisan yang benar
karena
untuk menyakinkan pihak-pihak yang ikut dalam presentasi ini.Apabila
dalam
penyampaiannya sudah tidak beretika atau kurang sopan maka yang menjadi
audienpun menjadi tidak bersemangat.Yang menjadi moderatorpun juga
demikian
karenayang dilihat bukan hanya penyampaiannya tetapi juga etika dalam
penyampaiannya.
1.1.2 Wawancara
dengan pihak terkait
Selain melalui presentasi,
informasi juga dapat diperoleh lewat
wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait. Dalam suatu wawancara
harus
diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
·
Tujuan
wawancara harus jelas (Purposes);
·
Buat daftar
hal-hal yang ingin ditanyakan dan berhubungan
langsung dengan proyek (Enumerating activities);
·
Harapan
dari pemakai akhir (Work methods and
Interconnections among users);
·
Harapan
dari pemberi order (Performance issues);
·
Punya
pandangan yang lebih jauh melebihi yang diwawancara.
Sebuah wawancara harus memiliki
tujuan.Apa yang hendak dicapai harus
jelas. Setelah tahu apa yang hendak dicapai, pewawancara harus membuat
daftar
pertanyaan sebagai arahan pada saat mewawancarai. Tidak boleh dilupakan
dalam
wawancara, harus juga dilibatkan bagaimana sebenarnya produk dari proyek
akan
dihasilkan. Apa implikasinya terhadap pengguna dan perusahaan, dan
bagaimana
akan diperoleh hasil terbaik. Lebih jauh dari ini semua, seorang
pewawancara
harus memiliki pandangan yang jauh, sehingga tidak kehilangan arah
pertanyaan
dan didikte oleh lawan bicaranya pada saat wawancara.
BAB II
PEMBAHASAN
Seorang
manajer proyek, seperti telah disinggung dalam bab terdahulu, memiliki
tugas
untuk mencari keseimbangan antara teknologi, konsep, biaya, dan waktu
dalam
penyelesaian proyek. Peran ini dapat dipenuhi secara efektif apabila dia
mampu
untuk:
o
Berperan
sebagai
manajer yang berpengertian (ikuti langkah-langkah positif manajer
sebelumnya);
o Mendelegasikan tugas bila
diperlukan;
o Komunikasi antara atasan dan
bawahan;
o Mengingat peran serta client atau
pemakai akhir;
o Memfokuskan diri pada hasil
akhir sesuai tujuan.
Apabila hal ini dapat dipenuhi maka
proyek akan berjalan sesuai dengan
rencana awal dan berhasil dengan baik.
2.2 Contingency Plan
Kadangkala
dalam proses penyelesaian proyek dibutuhkan juga suatu backup-plan
(contingency
plan atau rencana darurat) apabila ternyata terjadi hal-hal di luar
dugaan.
Dengan
rencana darurat ini proyek tetap dapat diselesaikan pada waktunya dan
dalam
batasan biaya yang telah direncanakan.Rencana darurat ini dapat juga
dikatakan
sebagai alternatif pemecahan masalah dan juga harus mendapat persetujuan
dari
pihak pemberi order.Contingency plan dapat disusun bersamaan dengan
riset yang
dilakukan atau dapat dikatakan pula, contingency plan merupakan rencana
alternatif yang diperoleh dari hasil riset.
Ada
baiknya pula rencana darurat disusun sebelum bertemu dengan tim
manajemen atau
pemberi order. Hal ini dikarenakan, mereka sering bertanya hal-hal
mendasar
karena takut investasinya merugi.
Menurut
Djojosoerdarso (2005), manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi
manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi
oleh
organisasi/perusahaan, keluarga dan masyarakat. Jadi mencakup
kegiatan merencanakan, mengorganisir, menyusun, dan memimpin, dan
mengawasi
(termasuk mengevaluasi) program penanggulangan risiko.
Jadi manajemen risiko adalah suatu
proses
identifikasi, mengatur risiko, serta membentuk strategi untuk
mengelolanya
melalui sumber daya yang tersedia. Strategi yang dapat digunakan antara
lain
mentransfer risiko pada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek
buruk
dari risiko, dan menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi dari
risiko
tertentu.
Adapun dalam manajemen
risiko tujuan yang hendak dicapai adalah:
·
Identifikasi
terhadap risiko;
·
Evaluasi
(analisa) risiko dan (estimasi) pengaruhnya terhadap
proyek;
·
Mengembangkan
responsi terhadap risiko;
·
Mengontrol
responsi risiko
2.2.1 Identifikasi risiko
Identifikasi
risiko terdiri atas pengawasan dan penentuan risiko apa saja yang dapat
mempengaruhi proyek serta mendokumentasikan setiap dari risiko tersebut.
Identifikasi tidak hanya dilakukan sekali, namun harus dilakukan
sepanjang
perjalanan proyek dari awal sampai akhir.
Faktor
internal di dalam serta eksternal di luar proyek harus diidentifikasi.
Faktor
internal antara lain penugasan anggota tim kerja, perhitungan biaya dan
waktu,
serta support dan pengaruh dari tim manajemen. Faktor eksternal antara
lain
melibatkan kebijaksanaan pemerintah, bencana alam, dan hal-hal lain di
luar
kontrol atau pengaruh tim proyek. Identifikasi terhadap risiko harus
melibatkan
pengaruh baik maupun pengaruh buruk dari pengaruh faktor-faktor penentu
risiko.
Dari gambar di atas dapat
dilihat input bagi identifikasi
risiko adalah:
a.
Diskripsi
produk
o Produk yang berbasis pada
teknologi yang telah dibuktikan kebenarannya memiliki risiko yang lebih
kecil
dibandingkan dengan produk yang menuntut inovasi dan penemuan.
b. Rencana proyek
o Work breakdown structure:
pendekatan pada deliverables setiap unit kerja secara detail. Dengan
cara ini
identifikasi terhadap risiko bisa sampai ke level yang sangat detail;
o Estimasi biaya dan waktu:
estimasi yang terlalu kasar dan terburu-buru dapat meningkatkan risiko
proyek.
o Penempatan SDM: setiap
pekerjaan yang spesifik dan hanya dapat dilakukan oleh orang tertentu
meningkatkan
risiko proyek, apabila orang tersebut berhalangan untuk hadir;
o Perekrutan dan
sub-kontraktor: pengaruh ekonomi dan kebijakan politik di sekitar proyek
dapat
menyebabkan fluktuasi nilai kontrak proyek.
c. Informasi historis. hal-hal
yang pernah terjadi di masa lalu, dan berkaitan dengan proyek dapat
dilihat
dari:
o File-file proyek sejenis
dari perusahaan;
o Database komersial,
contohnya: Internet knowledge-bases;
o Ilmu dan pengalaman dari tim
kerja, dikenal juga dengan sebutan: tacit
knowledge.
Untuk teknik yang digunakan
dalam proses identifikasi risiko adalah:
·
Checklist:
dari
informasi (riset, dll) yang diperoleh dapat dibuat checklist yang
mendata
sumber-sumber risiko;
·
Flowcharting:
dapat
digunakan untuk menggambarkan penyebab dan efek dari risiko yang ada;
·
Wawancara:
data-data
yang tersimpan dari hasil wawancara proyek-proyek terdahulu dapat
digunakan sebagai referensi, dan juga masukan dari stakeholders
merupakan
sumber informasi yang berpengaruh untuk mengidentifikasi risiko.
Adapun hasil output dari
pengidentifikasian risiko
adalah:
o Daftar
sumber-sumber risiko
o Yang seringkali menjadi
sumber risiko proyek antara lain: perubahan requirements, kesalahan
design,
pendefinisian peran kerja yang lemah, kesalahan estimasi, dan tim kerja
yang
kurang mapan.
o Pada umumnya penjelasan
mengenai sumber-sumber risiko ini disertai pula dengan: perhitungan
kemungkinan
terjadinya risiko tersebut, kemungkinan akibat dari risiko tersebut,
kemungkinan kapan terjadinya, pengantisipasian tindakan terhadap risiko
tersebut.
o Kejadian
yang berpotensi menjadi risiko:
biasanya merupakan
kejadian-kejadian luar biasa yang jarang terjadi. Contohnya bencana
alam,
perkembangan teknologi baru yang tiba-tiba.
o Tanda-tanda
datangnya risiko (risk symptoms),
sering juga disebut triggers, sebab-sebab yang mengakibatkan
munculnya bencana pada
saat ini.Contohnya biaya yang mengembang pada awal proyek disebabkan
oleh
estimasi yang terburu-buru dan tidak akurat.
o Input pada proses-proses lainnya
identifikasi risiko mungkin
saja menyebabkan diperlukannya pelaksanaan suatu aktivitas di area lain.
Contohnya: bila identifikasi risiko memperkirakan bahwa harga barang
kebutuhan
utama proyek akan naik, maka ada baiknya pada penjadwalan, pembelian
barang
utama tersebut dilakukan di awal proyek.
2.2.2
Kuantifikasi
dan Evaluasi risiko
|
|
Kuantifikasi risiko meliputi
pengevaluasian serta interaksi antara risiko
dan akibatnya.
Input:
o Toleransi
dari stakeholders dan sponsor:
setiap organisasi memiliki
toleransi yang berbeda-beda terhadap risiko. Ada yang hanya 10% dari
modal,
tapi ada juga yang berani hingga 40% dari modal proyek, asalkan proyek
selesai
tepat waktu.
o Sumber
risiko (dibahas di atas);
o Kejadian
yang berpotensi menjadi risiko(dibahas
di atas);
o Estimasi
waktu dan biaya (akan dibahas pada
Manajemen waktu dan biaya);
Teknik:
o Perkiraan
nilai moneter: bagaimana efek
sebuah risiko yang telah dievaluasi
nilainya? Mungkin ada yang risiko yang kemungkinannya kecil, tapi nilai
risikonya dapat membuat proyek berhenti. Ada pula risiko yang
kemungkinannya
besar, tetapi efeknya kecil terhadap jalannya proyek.
o Perhitungan
statistik: menghitung jangkauan
(range) perhitungan minimum dan
maksimum untuk biaya dan penjadwalan kerja proyek.
o Simulasi
model: dengan bantuan model yang
disimulasikan dapat
diketahui estimasi yang lebih tepat, contoh: penggunaan model statistik
Monte
Carlo untuk menghitung estimasi durasi proyek
o Decision
trees: diagram yang memberikan
alur kemungkinan dan
interaksi antara keputusan serta akibatnya.
o Penilaian
ahli: penilaian ahli dapat
digunakan sebagai masukan
tambahan setelah penggunaan teknik-teknik di atas.
Output:
Setelah
dianalisis, manajer proyek harus mampu memutuskan berbuat apa terhadap
risiko
yang mungkin ada. Menerimanya, membuat rencana lanjutan atau mencari
alternatif
lain yang tidak terpengaruh risiko.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari paparan di atas kita
dapat
menyimpulkan bahwa manajemen risiko merupakan kegiatan yang memang harus
dilakukan karena dengan adanya manajemen risiko kita dapat menganalisa
hal-hal
yang mungkin terjadi nanti dalam proyek kita. Dengan menganalisa risiko
yang
mungkin terjadi dapat mengurangi kemungkinan gagal dalam proses
pengerjaan proyek
tersebut sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar